Sosialisasi STBM Desa Kadipaten Dorong Perubahan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat Warga
Pemerintah Desa Kadipaten melaksanakan kegiatan Sosialisasi Sanitasi Total Berbasis Masyarakat (STBM) sebagai langkah strategis dalam meningkatkan kesadaran warga terhadap pentingnya perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS). Kegiatan ini berlangsung pada Senin, 22 Desember 2025, bertempat di Balai Desa Kadipaten, dan diikuti oleh perangkat desa, kader kesehatan, tokoh masyarakat, serta perwakilan warga.
Sosialisasi ini bertujuan untuk memperkuat pemahaman masyarakat mengenai pentingnya sanitasi lingkungan, penggunaan jamban sehat, pengelolaan limbah rumah tangga, serta upaya pencegahan penyakit berbasis lingkungan. Dalam kegiatan tersebut, Pemerintah Desa Kadipaten menghadirkan Nurul Hidayah, S.Hum., M.A., dosen UIN K. H. Abdurrahman Wahid Pekalongan, sebagai narasumber utama.
Dalam pemaparannya, narasumber menekankan bahwa keberhasilan program STBM sangat ditentukan oleh partisipasi aktif masyarakat. Perubahan perilaku, khususnya dalam menjaga kebersihan lingkungan dan menghentikan praktik buang air besar sembarangan, menjadi kunci utama dalam menciptakan desa yang sehat dan berdaya.
Kepala Desa Kadipaten, Fasiz Makmun, menyampaikan bahwa kegiatan sosialisasi ini merupakan bagian dari komitmen pemerintah desa dalam mendukung program kesehatan nasional berbasis pemberdayaan masyarakat. Menurutnya, hasil dari kegiatan ini menunjukkan meningkatnya pemahaman warga terkait pentingnya sanitasi yang layak serta munculnya kesadaran kolektif untuk menjaga kebersihan lingkungan secara berkelanjutan.
“Melalui sosialisasi STBM ini, kami melihat antusiasme dan respons positif dari masyarakat. Ini menjadi modal penting untuk mendorong perubahan perilaku hidup bersih dan sehat di Desa Kadipaten,” ujar Fasiz Makmun.
Sementara itu, Sekretaris Desa Kadipaten, Nahnu Sujatmiko, menjelaskan bahwa sebagai tindak lanjut dari kegiatan ini, pemerintah desa akan menyusun langkah-langkah konkret bersama kader kesehatan dan masyarakat. Rencana tindak lanjut tersebut meliputi pendataan kondisi sanitasi rumah tangga, pendampingan warga yang belum memiliki jamban sehat, serta penguatan peran kader desa dalam monitoring dan edukasi berkelanjutan.
“Kami berharap sosialisasi ini tidak berhenti pada pemahaman saja, tetapi berlanjut pada aksi nyata di lapangan. Ke depan, pemerintah desa akan terus mendorong kolaborasi lintas sektor agar target STBM dapat tercapai secara optimal,” jelas Nahnu Sujatmiko.
Komentar positif juga disampaikan oleh Ahmad Mursidi, selaku Pendamping Desa. Ia mengapresiasi langkah Pemerintah Desa Kadipaten yang proaktif dalam mengintegrasikan program STBM ke dalam agenda pembangunan desa.
“Kegiatan sosialisasi STBM ini sangat strategis karena menyentuh langsung perubahan perilaku masyarakat. Pendekatan partisipatif seperti ini perlu terus dilanjutkan agar program STBM benar-benar berdampak dan berkelanjutan,” ungkap Ahmad Mursidi.
Ia menambahkan bahwa peran pemerintah desa, kader, dan masyarakat harus terus diperkuat melalui kolaborasi lintas sektor agar target STBM dapat tercapai secara optimal dan selaras dengan perencanaan pembangunan desa.
Pemerintah Desa Kadipaten berharap melalui kegiatan ini masyarakat semakin sadar, mandiri, dan berperan aktif dalam mewujudkan lingkungan desa yang bersih, sehat, serta bebas dari perilaku buang air besar sembarangan demi peningkatan kualitas kesehatan dan kesejahteraan bersama.

0 Response to " Sosialisasi STBM Desa Kadipaten Dorong Perubahan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat Warga"
Posting Komentar